Masukkan E-Mail Anda Untuk Berlangganan Artikel GRATIS...!! :

Delivered by FeedBurner

Sabtu, Desember 13, 2008

SMS Lucu

. Sabtu, Desember 13, 2008

1. Muka Dan Pantat
Aku punya 2 kura-kura dan aku kasih nama "MUKA" dan "PANTAT"
Trus "MUKA" aku kasih ke kamu. tapi selang 1 tahun kemudian mati...
Setelah itu... tiap aku liat "PANTAT" , aku ingat "MUKA" mu...
Andai saja tidak mati... mungkin "MUKA"mu udah segede "PANTAT" ku say...

2. Buku Yasin
Sayang aku boleh gak minta foto kamu setengah badan buat sampul buku yang mau aku buat
Tapi foto kamu yang paling cantik ya sebab mau aku taruh didepan halaman pertama dan kamu ntar juga punya jabatan di nama depan kamu ALMH mau tau gak buku apa?
Buku YASIN sayang..!

Sumber : Ketawa.com

Masih dalam 1 Kategori Artikel :

Baca Selanjutnya »»

Kamis, Desember 11, 2008

Aspartame penyebab wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus

. Kamis, Desember 11, 2008

Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang mengandung Aspartame karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus.

Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela. Saya akan beritahu Anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.

Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.

Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.

Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.

Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut.

Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS! Pada kemasan tertulis: Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME yaitu M-150, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore..., F rutillo, Segar Sari, POP ICE Es Blender, Segar... Dingin, OKKY Jelly Drink, Sari Vit C, Naturade Gold, AQUA Splash of F ruit, F ORTY PLUS.

Beritahukan semua orang yang Anda kenal dan sayangi akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.

Author: Penelitian Badan POM (Pengawasan Obat & Makanan) - JKT


Masih dalam 1 Kategori Kesehatan :

Baca Selanjutnya »»

Empat Koridor Busway Stop Beroperasi!

.

Bener ga ya?


DUA
bulan lagi, bus Transjakarta koridor IV, V, VI, dan VII tidak
beroperasi. Ini berarti, ribuan penumpang yang biasanya menggunakan bus
di koridor tersebut bakal telantar.

Tidak beroperasinya bus-bus
Transjakarta di keempat koridor tersebut disebabkan kebijakan Pemprov
DKI yang hanya menanggung 85 persen biaya operasi. Ironisnya, keputusan
ini diambil sepihak. Dengan demikian, kedua konsorsium yang menjadi
operator bus Transjakarta di empat koridor itu harus nombok.

Lantaran kedua konsorsium tak sanggup bertahan dalam situasi itu,
pengoperasian bus-bus Transjakarta di keempat koridor tersebut bisa
berhenti total. Kedua konsorsium tersebut adalah PT Jakarta Trans
Metropolitan (JTM) yang mengelola koridor IV dan VI dan PT Jakarta Mega
Trans (JMT) di koridor V dan VII.

"Dengan bayaran sebesar itu, kami perkirakan operator hanya bertahan
sampai dua atau tiga bulan ke depan. Setelah itu... saya tidak tahu,
mungkin bus-bus tidak bisa lagi beroperasi," ujar Direktur Teknik dan
Operasi JTM, I Gusti Ngurah Oka, di kantornya di Kramatjati, Jakarta
Timur, Sabtu (11/10).

Pengurangan biaya operasional menjadi 85 persen dilakukan secara
sepihak oleh Pemprov DKI melalui Instruksi Gubernur (Ingub) No 99 Tahun
2008 tertanggal 21 Agustus 2008. Dengan demikian, dari biaya
operasional per bus yang semula disepakati Rp 12.885 per km, Pemprov
DKI hanya membayar 85 persennya atau sekitar Rp 10.950. Meski Ingub ini
terbit pada 21 Agustus 2008, isinya diberlakukan sejak pembayaran Juni
2008 atau berlaku surut.

Seperti diketahui, bus Transjakarta koridor IV melayani rute
Dukuhatas-Pulogadung, koridor V: Kampungmelayu-Ancol, koridor VI:
Ragunan-Dukuh Atas, dan koridor VII: Kampungrambutan-Kampungmelayu.
Koridor IV dan VI dilayani oleh 41 bus, sedangkan koridor V dan VII
dilayani oleh 51 bus biasa dan 10 bus tempel (articulated bus).

Kedua konsorsium, yakni JMT dan JTM merupakan perusahaan yang didirikan
bersama oleh sejumlah operator bus kota, seperti Mayasari Bakti, PPD,
dan Steady Safe. Kedua konsorsium itu mulai menangani operasional bus
Transjakarta di keempat koridor itu sejak awal 2007 berdasarkan
perjanjian kerja sama (PKS) dengan JTM dan JMT.

Dalam praktiknya, kedua konsorsium ini hanya mengantongi surat perintah
kerja (SPK) yang dikeluarkan oleh Badan Layanan Umum (BLU)
Transjakarta. Dalam SPK disebutkan bahwa Pemprov DKI akan membayar
biaya operasional Rp 12.885 per kilometer kepada perusahaan tersebut.

Kesepakatan itu kemudian diputuskan secara sepihak dengan keluarnya
Ingub No 99 tahun 2008 yang diteken oleh Wagub DKI Prijanto. Dalam
ingub itu disebutkan bahwa kedua perusahaan itu hanya menerima
pembayaran atau uang jasa operator sebesar 85 persen dari nilai yang
telah disepakati sebelumnya (Rp 12.885/km).

Terbitnya ingub itu sebagai tindak lanjut dari terbitnya Pergub No
123/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Operator Busway di DKI Jakarta
yang intinya menyatakan pada pengadaan armada busway, 60 persennya
dilakukan oleh konsorsium dan 40 persennya oleh pemenang lelang.
Atas
dasar inilah BLU Transjakarta, sekitar Desember 2007, mengadakan lelang
pengadaan 84 bus Transjakarta.

Pengadaan ini untuk melengkapi kebutuhan armada koridor IV-VII yang
baru berjumlah 122 bus. Ke-84 bus tersebut terdiri atas 13 bus gandeng
untuk koridor V, 20 bus single untuk koridor IV, 20 bus single untuk
koridor IV, dan 31 bus single untuk koridor VII.

Pergub ini juga mengatur penyesuaian pembayaran, yaitu jika biaya
operasional per kilometer hasil lelang lebih rendah dibanding biaya
operasional per kilometer yang telah dibayarkan kepada JTM dan JMT, maka kedua konsorsium ini akan dibayar sesuai dengan hasil lelang.

Belakangan, PO Primajasa menjadi pemenang lelang di koridor IV dengan
biaya operasional Rp 9.536/km. Lelang koridor VII dimenangkan PO Lorena
dengan biaya operasional Rp 9.443/km. Lorena juga memenangi tender bus
tempel di koridor V (Rp 16.691/km), sedangkan Primajasa memenangkan
tender koridor VI (Rp 9.371/km).

Karena harga lelang lebih murah dari harga yang sudah dibayar ke
konsorsium, maka Pemprov DKI membayar JTM dan JMT sesuai hasil lelang.
Tetapi, kedua JTM dan JMT itu menolak sehingga diambil jalan tengah
yakni mereka dibayar 85 persen dari Rp 12.885 sampai ada kesepakatan
harga.

"Sampai kapan pun kami tidak akan setuju bila jasa operator dibayar
sama dengan hasil lelang. Lebih baik kami berhenti dan bubar saja
daripada mengikuti biaya lelang yang sudah sangat jelas itu tidak
benar.
Komponen biaya yang diajukan oleh pemenang lelang sangat tidak
realistis dan mereka melakukan dumping," ujar Oka.

JTM berencana menggugat Lorena dan Primajasa ke Komisi Pengawas
Persaingan Usaha (KPPU) bila pemprov tak segera membuat keputusan yang
menguntungkan para pihak.

Tak berkomentar

Saat dihubungi semalam, jajaran BLU Transjakarta tidak bisa dimintai
konfirmasi. Kepala BLU Drajat Adhyaksa; Kasubag TU dan Keuangan, Anton;
maupun Manager Operasional Sarana dan Prasarana Taufik Widyanto; tidak
bisa dihubungi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Moch Tauchid juga tidak
mengangkat HP-nya.

Sementara itu, Kepala Humas dan Protokol DKI Purba Batubara Hutapea
mengatakan, hal tersebut masih dalam pembahasan. "Kita berharap cepat
selesai agar tidak ada gangguan pelayanan," ujarnya.. Namun ia tidak
bisa memastikan keputusan akan keluar sebelum dua bulan dari sekarang.

Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta Soetanto Suhodo berpendapat,
jika dilihat secara keseluruhan, penentuan harga jasa operator busway
diatur berdasarkan Peraturan Gubernur. Jika terjadi lelang baru dan
harganya berbeda dengan harga lama, maka memang perlu ditinjau kembali.
"Perlu dikaji ulang, apakah dengan harga yang sama dengan pemenang
lelang baru operator benar-benar tidak bisa hidup," ujarnya, saat
dihubungi semalam.

Soetanto mengatakan, pokja harus mengkaji apa yang menyebabkan
perbedaan biaya operasional pemenang lelang dan konsorsium begitu
mencolok. "Misalnya pemenang lelang lama menggaji sopir Rp 2 juta
sebulan, sedang yang baru bisa menggaji Rp 1,5 juta sebulan," tuturnya.

Selain itu perlu ditinjau pula misalnya perbedaan harga komponen.
"Pemenang lelang yang baru harus dilihat lagi, jangan-jangan nggak
benar juga, murah bukan berarti lebih baik, apakah dia menggunakan
local content (komponen dalam negeri) yang lebih banyak atau
bagaimana?" katanya.

Menurut Soetanto, pemenang lelang yang baru belum mempunyai pengalaman
mengoperasikan bus kota. Oleh karena itu, keabsahan data-data harga
yang diajukan mereka sebaiknya diperiksa lagi. Hingga kini pun mereka
belum mengadakan armada untuk busway.

Hasil pengkajian dan keputusan kesepakatan harga sebaiknya dikeluarkan
sebelum dua bulan. "Memang sebaiknya sesegera mungkin, jangan sampai
nanti terjadi pemogokan sehingga masyarakat juga yang rugi," ujarnya.
Menurutnya, memang perlu dilakukan penurunan harga dari Rp 12.885/ km.
Namun jumlahnya harus disesuaikan dan jangan disamakan dengan pemenang
lelang yang baru.
(sab/pro)

agaknya kita harus lebih waspada.....


sumber : http://forum.kompas.com

Masih dalam 1 Kategori Berita :

Baca Selanjutnya »»

 

Ponsel Terbaru

My Alexa Rank

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

FEEDJIT Live Traffic Feed

www.anam78.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com