Masukkan E-Mail Anda Untuk Berlangganan Artikel GRATIS...!! :

Delivered by FeedBurner

Senin, Januari 17, 2011

Beberapa Sejarah Dunia di Bulan Januari

. Senin, Januari 17, 2011


1 Januari Pertama Kali Dirayakan Sebagai Tahun Baru

1 Januari tahun 45 Sebelum Masehi (SM), untuk pertama kalinya dalam sejarah, tanggal 1 Januari dirayakan sebagai hari tahun baru. Tak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, dia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ke-7 SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, ahli astronomi dari Aleksandria, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dikalkulasi sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau July. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Agustinus, menjadi bulan Agustus.

Haiti Merdeka

1 Januari 1804, Haiti menjadi negara Amerika Latin pertama yang meraih kemerdekaannya. Haiti sejak abad ke-17 dijajah oleh Spanyol, kemudian berpindah ke tangan Perancis. Perancis banyak memperkerjakan budak-budak Afrika di Haiti. Di tahun 1793, kaum budak Haiti di bawah pimpinan L’Ouverture melakukan pemberontakan melawan penjajahan Perancis. L’Ouverture kemudian menghapuskan perbudakan di Haiti dan membuat konstitusi. Namun, ia kemudian ditangkap oleh pasukan Napoleon dan dihukum di Perancis. Perjuangannya kemudian dilanjutkan oleh Jenderal Dessalines. Pada tahun 1804, Haiti berhasil merdeka dan Dessalines dinobatkan sebagai kaisar. Namun tak lama kemudian, Dessalines tewas dibunuh dan sejak itu hingga kini, Haiti selalu dililit berbagai krisis politik.

Pada tahun 1905-1934, Amerika Serikat menguasai Haiti, namun kemudian terpaksa angkat kaki dari sana setelah mendapatkan perlawanan rakyat. Meskipun begitu, AS tetap selalu ikut campur dalam urusan dalam negeri Haiti. Pada tahun 1994, AS dengan 20.000 pasukannya menyerbu Haiti dengan alasan untuk membantu militer Haiti dalam menggulingkan Presiden mereka saat itu, Jean Bertrand Aristide. Hingga kini, AS masih memiliki pangkalan militer di haiti.

Australia Merdeka

1 Januari 1901, para imigran Eropa di Australia meraih kemerdekaannya dari Inggris dan hari ini dijadikan sebagai hari kemerdekaan Australia. Imigran Eropa yang datang ke benua Australia adalah orang-orang Belanda, pada tahun 1606, Namun, di akhir abad ke-18, Inggris menduduki benua ini dan menjadikannya sebagai tempat pembuangan para pelaku kriminal. Pada pertengahan abad ke-19, ditemukanlah tambang emas di Australia sehingga benua itu pun ramai didatangi para imigran. Sejak itu pula, para imigran memperjuangkan independensi mereka untuk mengatur sendiri Australia, terlepas dari kontrol Inggris. Meskipun kini Australia merupakan sebuah negara merdeka, negara ini masih tetap tergabung dalam persemakmuran Inggris.

Sudan Merdeka

1 Januari 1956, Sudan meraih kemerdekaannya dari Mesir dan Inggris. Kedua negara ini saling bersaing untuk menguasai wilayah Sudan, namun akhirnya pada tahun 1899, Inggris dan Mesir menandatangani kesepakatan mengenai penguasaan bersama atas Sudan. Atas dasar perjanjian itu, Gubernur Jenderal Sudan dipilih oleh pemerintah Mesir dengan persetujuan Inggris. Perjanjian antara Inggris dan Mesir itu dilakukan setahun setelah ditumpasnya perjuangan rakyat Sudan di bahwa pimpinan Syaikh Muhammad bin Ahmad. Pada pertengahan abad ke-20, semangat kemerdekaan bangsa Sudan kembali berkobar dan akhirnya pada tahun 1956, Inggris dan Mesir mengakui kemerdekaan Sudan secara resmi.

Daru Quthni Meninggal Dunia

8 Dzulqa’dah 385, Ali bin Umar Daru Quthni, seorang penulis yang ahli hadis dan fiqih muslim, meninggal dunia di kota Bagdad. Setelah menempuh pendidikan dasarnya, Daru Quthni melakukan perjalanan ke Mesir dan Suriah untuk mencari ilmu. Selain menguasai hadis dan fiqih, Daru Quthni juga mahir di bidang sastra dan syair. Di antara karya-karya yang ditinggalkan Daru Quthni adalah kitab kumpulan hadis Rasulullah, berjudul “Sunan Daru Quthni.” Karyanya yang lain berjudul “Al-Mukhtalif wal Mu’talaf”.

Isaac Asimov Lahir

2 Januari tahun 1920, Isaac Asimov, seorang penulis dan ahli kimia terkenal Rusia, terlahir ke dunia. Asimov amat menyenangi ilmu kimia dan di bidang inilah ia meraih gelar doktornya. Namun, yang menjadikan Asimov lebih terkenal daripada ilmuwan lainnya adalah kemampuannya menerangkan masalah ilmiah dengan bahasa yang sederhana kepada masyarakat, terutama kepada pemuda dan remaja. Asimov menghasilkan karya-karya penulisan sebanyak 280 judul, berupa buku ilmiah, fiksi ilmiah, novel misteri, matematika, dan lain-lain.

Karya Asimov berupa fiksi ilmiah di antaranya berjudul “Fantastic Voyage” dan “Pebble In The Sky”. Karyanya di bidang sains antara lain berjudul “Asimov's Biographical Encyclopedia of Science and Technology” dan “Asimov's Chronology of Science and Discovery.”

Kotak Pos Modern Pertama

161 tahun yang lalu, tanggal 2 Januari 1843, sistem pos sebagaimana yang kita kenal dewasa ini, mulai dijalankan untuk pertama kalinya. Kotak pos pertama di dunia dipasang di kota Wina, Austria. Sebelumnya, distribusi surat dilakukan melalui kurir yang mengendarai kuda, unta, atau menggunakan kapal.

Patrice Lumumba Lahir

79 tahun yang lalu, tanggal 2 Januari 1925, Patrice Lumumba, pemimpin perjuangan kemerdekaan rakyat Kongo melawan penjajahan Belgia, terlahir ke dunia. Setelah merdeka, rakyat Kongo membentuk Republik Demokratik Kongo pada tahun 1960. Saat itu, Lumumba terpilih sebagai perdana menteri dan menteri pertahanan. Namun, tak lama setelah merdeka, atas provokasi negara-negara Barat, terutama Belgia dan Amerika Serikat, sebagian rakyat Kongo dari wilayah Katanga, mengumumkan pemisahan diri. Sebagai PM, Lumumba berusaha menstabilkan situasi, namun tidak berhasil karena pemerintahan dan angkatan militernya baru berdiri dan tidak solid.

Kemudian Lumumba meminta bantuan PBB untuk mengusir tentara Belgia dan membantunya untuk menstabilkan situasi. Namun, PBB tidak berbuat banyak dan malah mengakomodasi pemisahan diri Katanga. Akhirnya, Lumumba meminta bantuan Uni Soviet dan mengajak negara-negara Afrika lain untuk bersatu dengannya melawan imperialis Barat. Langkah Lumumba ini membuat negara-negara Barat and Presiden Kongo, Kasavubu, yang pro-Barat, cemas dan khawatir. Akhirnya, Lumumba dipecat dari posisinya dan akhirnya dibunuh.

Publius Ovidius Naso Meninggal

1934 tahun yang lalu, tanggal 2 Januari tahun 69, Publius Ovidius Naso, yang dikenal dengan julukan Ovid, seorang penyair Romawi terkenal, meninggal dunia. Dia dilahirkan tanggal 20 Maret 43 SM, yaitu setahun setelah tewasnya Julius Caesar. Ayah Ovid menginginkannya menjadi politikus, namun Ovid lebih menyukai dunia sastra. Sebelum berusia 20 tahun, Ovid telah membacakan syair-syairnya di depan khalayak. Ketika Ovid mencapai usia 30, dia menjadi penyair Roma yang paling sukses saat itu. Kesuksesannya berlangsung sampai usianya ke-50 tahun, ketika Kaisar Agustinus membuangnya dengan alasan yang tidak diketahui hingga kini. Di tempat pembuangannya, yaitu di kota Tomis di tepi Laut Hitam, Ovid menulis syair-syair mengenai keterasingan.

Publius Ovidius Naso adalah penyair yang paling berpengaruh pada Abad Pertengahan dan banyak penyair-penyair besar di zaman setelahnya yang terpengaruh oleh syair-syairnya, di antaranya William Shakespeare dan John Milton.

Nashir Khusrou Qabadian Lahir

1030 tahun yang lalu, tanggal 9 Dzulqa’dah tahun 394 Hijriah, Nashir Khusrou Qabadian, seorang penyair dan penulis termasyhur Iran, terlahir ke dunia di kota Balkh, yang kini termasuk wilayah Afganistan. Sejak kecil, Nashir Khusrou telah mempelajari berbagai ilmu yang berkembang di zamannya dan telah menghapal Al-Quran. Selain mahir di bidang sastra Persia, Nashir Khusrou juga menguasai ilmu hitung, teknik sipil, astronomi, kedokteran, farmasi, dan teologi.

Kehidupan Nashir Khusrou penuh dengan lika-liku. Awalnya, ia bekerja sebagai sekretaris dalam pemerintahan Mahmud dan Mas’ud Ghaznawi. Namun, setelah terjadi perubahan pemikiran dalam dirinya, Nasir Khusrou meninggalkan dunia politik dan melakukan penelitian di bidang agama. Ia juga melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Hasil perjalanannya itu dicatatnya dalam buku “Safar Nameh”. Dia juga banyak meninggalkan karya penulisan lain, di antaranya berjudul “Wajhud-Din” dan “Raushan-naiy Nameh”.

Source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6689118

Artikel Terkait




 

Ponsel Terbaru

My Alexa Rank

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

FEEDJIT Live Traffic Feed

www.anam78.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com