Masukkan E-Mail Anda Untuk Berlangganan Artikel GRATIS...!! :

Delivered by FeedBurner

Jumat, Januari 14, 2011

Inilah Hotel Para Pendengkur dan Pemabuk

. Jumat, Januari 14, 2011

Hotel kapsul pertama China akan segera dibuka di Shanghai dengan menargetkan para wisatawan berbasis anggaran di ibu kota perdagangan yang mewah itu—dengan kamar yang terbagi dalam beberapa sektor tergantung pada tingkat dengkuran tamu. Hotel kapsul yang kamarnya hanya menyediakan ruang untuk tidur pertama kali dikembangkan di Jepang sebagai sebuah solusi murah untuk tempat istirahat para pekerja yang kemalaman bekerja atau terlalu mabuk untuk pulang ke rumahnya pada malam hari.

Hotel Kapsul Xitai seluas 300 kilometer persegi itu berlokasi di dekat salah satu stasiun kereta api sibuk di Shanghai dan terdiri dari 68 tempat tidur yang ditempatkan di deretan kamar berukuran kapsul.

Ta Zan (32), seorang warga Shanghai dan pemilik hotel itu, mengatakan bahwa ia terinspirasi untuk membuka hotel itu setelah menginap dan bekerja di sebuah hotel kapsul selama masa kuliahnya di Tokyo.

"Saya cukup tertarik dengan konsepnya, saya berpikir untuk membangun hotel seperti itu, tetapi saya akan menambahkan beberapa ide saya sendiri," katanya.

Kamar tersebut akan cukup nyaman ditempati bagi wisatawan China karena kapsul tersebut berukuran panjang 2,2 meter dan lebar serta tinggi 1,1 meter.

Setiap kamar kapsul dilengkapi dengan stop kontak, lampu yang bisa diatur tingkat keredupannya, jam dengan fungsi weker, perangkat televisi, dan layanan internet. Para tamu dapat menggunakan kamar mandi dan fasilitas shower, sebuah area rekreasi tamu, dan satu ruang untuk merokok.

Hotel itu hanya dibuka untuk para tamu pria dan Ta mengatakan, ia merencanakan untuk membagi hotel itu dalam tiga zona berdasarkan tingkat dengkuran dari para tamu, dengan menempatkan kelompok yang suka mendengkur jauh dengan para tamu yang tidur nyenyak.

"Kami menargetkan para tamu lajang yang menghabiskan sedikit uangnya, dengan harga sepertiga atau dua pertiga lebih murah dari harga hotel biasa," kata Ta.

Harga kamar berkisar 28 yuan (Rp 38.000) per orang untuk masa waktu 10 jam dengan biaya tambahan 4 yuan (Rp 5.400) setiap jamnya. Hotel itu menawarkan harga 68 yuan (Rp 93.000) untuk satu rak selama 10 jam dan 88 yuan (Rp 120.000) untuk kurun waktu 24 jam.

Harga kamar di hotel biasa di Shanghai bisa berkisar pada 100 yuan (Rp 135.000) untuk hotel murah dan lebih dari 1.000 yuan (Rp 1.350.000) di sebuah hotel bintang lima.

Ta berharap hotelnya akan dibuka secara resmi beberapa bulan ke depan karena ia tengah menyelesaikan persyaratan administratif dan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh pemerintah setempat terkait izin usaha hotel tersebut.

Media melaporkan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan izinnya dengan pertimbangan keselamatan pribadi tamu dan risiko kebakaran terhadap fasilitas itu.

Para pelancong di stasiun kereta Shanghai memiliki berbagai reaksi terhadap rencana itu. "Jika Anda memesan dengan awal di sejumlah hotel murah, Anda akan mendapatkan harga 160-170 yuan (Rp 216.000-Rp 234.000)," kata Zhou Kejun (27).

"Sementara jika Anda membayar 88 yuan (Rp 120.000), Anda harus berbagi privasi di kapsul itu," katanya.


Source : http://internasional.kompas.com/read/2011/01/15/00223320/Inilah.Hotel.Para.Pendengkur.dan.Pemabuk

Artikel Terkait




 

Ponsel Terbaru

My Alexa Rank

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

FEEDJIT Live Traffic Feed

www.anam78.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com