Masukkan E-Mail Anda Untuk Berlangganan Artikel GRATIS...!! :

Delivered by FeedBurner

Rabu, Januari 14, 2009

Taman Nasional Alas Purwo

. Rabu, Januari 14, 2009

Kalau Anda berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, coba Anda berkunjung di sebuah Desa yang terletak di kawasan selatan dari Kabupaten Banyuwangi. Disana terdapat salah satu dari 3 Taman Nasional yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, yaitu Taman Nasional Alas Purwo. Di Taman Nasional Alas Purwo ini banyak tempat wisata yang dapat di kunjungi antara lain : Pantai Triaanggulasi, Sadengan, Pancur, dan yang lebih populer di kenal oleh wisatawan asing adalah G-Land. G-Land ini kepanjangan dari Grajakan Land yang sebenarnya lokasi ini jauh dari pantai grajakan. Wisatawan lokal lebih sering menyebut nama G-Land ini dengan sebutan Pantai Plengkung. Di Taman Nasional Alas Purwo juga terdapat beberapa gua diantaranya : Gua Istana, Gua Sendang Srengenge, Gua Padepokan dan Gua Putri.

Sebelum Anda memasuki pintu masuk Taman Nasional Alas Purwo, Anda akan melewati beberapa hutan. Setelah memasuki suatu desa Anda akan melewati hutan jati, kemudian Anda akan masuk hutan dan bukit sehingga perjalanan Anda akan terasa menantang karena selain jauh dari desa, jalan tersebut jarang dilewati oleh oleh manusia. Ini di sebabkan karena lokasi pintu masuk Taman Nasional Alas Purwo sangat jauh dari tempat pemukiman.

Setelah Anda memasuki pintu masuk Taman Nasional Alas Purwo, Anda akan melewati beberapa jalan yang sudah di aspal maupun jalan stapak yang belum di aspal. Jalan tersbut menghubungkan tempat - tempat wisata yang berada di Taman Nasional Alas Purwo. 1 km dari pintu masuk Taman Nasional Alas Purwo, Anda ditunjukkan sebuah bangunan yang hingga kini masih dipakai oleh umat Hindu di Banyuwangi untuk upacara keagaman pagerwesi setiap 210 hari sekali.

500 m dari tempat bersejarah ini ( yang di pakai umat Hindu di Banyuwangi ) Anda akan menjumpai rambu atau petunjuk arah. Petunjuk arah tersebut mengarahkan kekiri untuk jalan menuju Sadengan atau lokasi untuk melihat berbagai binatang, sedangkan arah kekanan menunjukan jalan menuju Pantai Trianggulasi.

Setelah Anda melihat petunjuk jalan tersebut, coba Anda pilih arah kekiri terlebih dahulu. 2 km dari petunjuk arah tersebut terdapat sebuah merana pantau. Jika Anda akan naik ke menara tersebut, alangkah baiknya jika Anda membaca beberapa aturan yang terpampang di dinding menara. Dan jangan lupa jika Anda ingin melihat panorama hutan yang dipenuhi dengan berbagai binatang, Anda lebih baik menggungakan teropong agar terlihat lebih jelas. Padang pengembalaan yang terdapat di Sadengan ini seluas 80 ha dan di tempati berbagai binatang diantaranya : Banteng, Kijang, Rusa, Babi hutan, dan berbagai jenis burung yang sedang bersantap di pagi dan sore hari.

2 km dari pintu masuk Taman Nasional Alas Purwo atau 1 km dari petunjuk arah yang tadi, Anda akan di hidangkan dengan keindahan pantai Trianggulasi yang mempunyai ombak tinggi dan panjang sehingga terlihat sangat mempesona. Pasir Pantai Trianggulasi ini juga terlihat bersih dan berwarna putih. Sebenernya ketinggian ombak di pantai ini bisa di jadikan olah raga selancar atau surving, tetapi hal ini tidak di perbolehkan karena ombak di pantai ini terlalu deras dan berbahaya.

Setelah Anda hengkang dari Pantai Trianggulasi, 1 km lagi Anda akan menjumpai tempat wisata yang akan menghungkan Anda ke beberapa tempat wisata yang ada di Taman Nasional Alas Purwo. Tempat ini di namakan Pancur. Lokasi ini sering digunakan untuk menginap bagi wisatawan yang ingin berkemah di lokasi ini. Lokasi ini masih terdapat di pinggir pantai dan di daratan yang menuju kepantai tersebut terdapat air mancur yang airnya berasal dari pegunungan. Jadi jika Anda ingin membedakan antara air pegunungan asli dengan air laut, disinilah tempat yang cocok untuk dikunjungi. Karena ditempat inilah bertemunya air sumber dari pegunungan dengan air laut dari pantai selatan.

Dipancur inilah biasanya tempat berkumpulnya wisatawan. Karena dari tempat inilah yang menghubungkan mereka ke beberapa gua yang biasanya di jadikan tempat meditasi para pendatang baik dari dalam kota maupun dari luar kota. Sedangkan arah menuju Pantai Plengkung juga dapat di temput dari tempat ini menggunakan motor atau mobil yang jaraknya 12 km dari pantai pancur.

Pantai Plengkung atau G-Land mempunyai ketinggian ombak sekitar 7 m dan panjang ombak sekitar 2 km tanpa terputus - putus. Artinya ombak akan mulai naik dari sebelah kiri hingga ketinggian 7 m dan terus berjalan ke arah akan hingga 2 km terus berurutan tanpa terputus ditengah - tengah. Keistimewaan inilah yang di manfaatkan oleh para wisatawan asing utuk bermain selancar. Tidak jarang di tempat ini di adakan lomba selancar bertaraf Internasional yang biasanya di selenggarakan di bulan juli. Ditempat ini juga terdapat 2 hotel untuk menginap para wisatawana, namun hotel ini tidak seperti hotel di dalam kota, hotel ini masih terlihat sangat tradisional bahkan dindingnya masih terbuat dari kayu.

Ditempat - tempat wisata di Taman Nasional Alas Purwo selain di Pantai Plengkung sangat jarang di jumpai para wisatawan asing. Karena biasanya para wisatawan asing mendatangi Pantai Plengkung dari Pantai grajakan dengan menggunakan Perahu Booat dan meraka kemudian jalan kaki sepanjang 2 km karena perhau booat mereka tidak mampu menembus tingginya ombak.


Masih dalam 1 Kategori Tempat Wisata :

Artikel Terkait




 

Ponsel Terbaru

My Alexa Rank

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

FEEDJIT Live Traffic Feed

www.anam78.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com